SELAMAT DATANG

Selamat Datang dan Selamat Bergabung di Halaman Blog Goresantangan Antoni Desain. di sini anda bisa melihat barbagai macam artikel.

FOTOGRAFI DAN VIDEOGRAFI

Menerima Foto wedding, Prewedding, Photo Studio, Pas Foto, Cetak Foto, videografi, edit video

DESAIN GRAFIS

Kami juga Menerima Desain Stiker, Kartu Nama, Piagam, Sertifikat, Brosur, Selebaran dan Lain-Lain

STEMPEL

Membuat Stempel Flash, dan menambah tinta Stempel Flash

Koleksi Fotografi

Foto Wedding, Prewedding, Close Up, Sport, Pas photo,wisuda dan lain-lain

Tampilkan postingan dengan label wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wisata. Tampilkan semua postingan

SMA Negeri 1 Matur Gelar P5, Tampilkan Berbagai Macam Kearifan Lokal


MATUR-AGAM, SMA Negeri 1 Matur Kabupaten Agam Sumbar menggelar kegiatan P5 (Program Penguatan Profil Pelajar Pancasila) yang diawali dengan Parade Pawai yang dimulai dari komplek SMAN 1 Matur menuju Pasar Lawang Tigo Balai dan langsung hadir dihalaman Kantor Walinagari Lawang dan Tigo Balai, senin (27/05/2024).

Pada acara pawai tersebut seluruh keluarge besar SMAN 1 Matur, siswa kelas X dan XI, Guru dan Komite ikut memperagakan pakaian dan budaya pada 4 (empat) Nagari yang ada di Kecamatan Matur seperti Kapalo Ameh Nagari Lawang, Kapalo Ameh dari Tigo Balai, Nasi Gadang di Nagari Matua Hilia dan Nasi Gadang Matua Mudiak.

Parade pawai tersebut berhenti sejenak dan mengekspost  P5 ini di Kantor Walinagari Lawang dan Tigo Balai. Selain Walinagari Lawang dan Tigo balai dihadiri juga pengawas SMA wilayah I Sumatera Barat, Camat Matur, Bamus Nagari Lawang beserta warga sekitar pasar lawang dan tigo balai.

Camat Matur Zulkifli Zulfikar menyampaikan dalam sambutannya, "kami sangat mengapresiasi kegiatan P5 yang dilaksanakan oleh siswa SMAN 1 Matur. Semoga siswa-siswa terus belajar dan berkarya dengan semangat pancasila. Jadilah pelajar yang berkarakter, berprestasi dan berkontribusi positif bagi masyarakat.

Beliau menambahkan, "ini yang di praktekkan adalah adat dan budaya 4 (empat) nagari di dikecamatan matur, kami berharap karena nagari di kecamatan kita ada 6 (enam) jadi tahun berikutnya mengangkatkan adat dan budaya enam-enam nagari di kecamatan kita". Ungkapnya.


Setelah acara di kantor Walinagari Lawang dan Tigo Balai ini berakhir, pawai di lanjutkan ke sekolah dan acara resmi dilanjut di gedung SMAN 1 Matur yang sama-sama dihadiri seperti di kantor Walinagari ini.


Jorong Katapiang Juara Umum PORSENI Nagari Lawang Tahun 2024

 


LAWANG-AGAM, Jorong Katapiang Nagari Lawang Kecamatan Matur dipastikan meraih juara umum dalam ajang Pekan Olahraga dan Seni Budaya Nagari Lawang Tahun 2024. Penyerahan Juara umum ini langsung diterima oleh Harzel Wali Jorong Katapiang pada Malam Puncak dan Penutupan PORSENI Nagari Lawang Tahun 2024, minggu (26/05/2024)

Piala juara umum ini diserahkan langsung oleh Walinagari Lawang serta Piagam Penghargaan diserangkan oleh Bamus dan KAN Nagari Lawang di saksikan oleh seluruh atlet-atlet Jorong Katapiang pada malam acara Penutupan PORSENI Nagari Lawang Tahun 2024.

Jorong Katapiang menjadi juara umum ditentukan setelah menang dari Lawang Tuo pada cabang olahraga sepak bola di laga Final pada hari jum’at 24 mei 2024. Dengan kemenangan 3-0 Jorong Katapiang dipastikan juara umum, dikarenakan Jorong Buayan yang turun menjadi posisi kedua karena kalah selisih medali perak, akan tetapi medali emas, Jorong Katapiang dan Buaya sama-sama memperoleh 5.



Pada posisi 3 diraih oleh Jorong Batu Basa dengan 4 emas, 3 perak dan 7 perunggu, posisi 4 adalah Jorong Gajah Mati dengan 3 emas, 7 Perak dan 6 perunggu. Pada posisi 5 diduduki oleh Jorong Lawang Tuo hanya 1 emas, 2 perak dan 1 perunggu. Dan posisi akhir adalah Jorong Pabatuangan hanya memperoleh 1 medali perunggu.


Potret Kemeriahan Acara Penutupan PORSENI Nagari Lawang 2024


LAWANG-AGAM, Ajang Pekan Olahraga dan Seni Budaya (PORSENI) Nagari Lawang Tahun 2024 selesai dan resmi ditutup. Sama seperti pembukaan, pada tanggal 5 Mei lalu, acara penutupan ini bahkan lebih meriah lagi, minggu (26/05/2024)

Kemeriahan kegiatan penutupan ini yang dilaksankan di gedung serba guna Nagari Lawang, diisi dengan berbagai atraksi kesenian dan lainnya yang ada dinagari lawang, seperti pencak silat, tarian, kesenian tambua.

Pada acara penutupan tersebut lebih kurang dihadiri lebih dari 1000 orang warna Nagari Lawang dan sekitarnya memadati ruangan tersebut. Tentunya tamu dan undangan khusus Pemerintahan Nagari Lawang yang hadir seperti Bamus, KAN, engku Niniam Mamak, penggiat seni dan lainnya.

Walinagari Lawang Franki Putra menyampaikan dalam penutupannya, “Acara kita ini tidak terlepas dari dukungan dan kerja keras para panitia serta para perantau YBKL yang sudah mensuport terselenggaranya kegiatan porseni ini dari tanggal 5 sampai 25 Mei 2024.


Beliau menambahkan, “kegiatan Porseni ini mendapatkan respon dari Pemerintahan Daerah bahkan Provinsi karena kita mengangkat salah satu cabang olahraga besar yaitu Paralayang, karena olahraga paralayang ini hanya terselenggara paling rendah tingkat provinsi, tidak ada yang dilaksanakan seperti kita ini tingkat nagari atau desa ataupun setingkat rt/rw”. Ungkapnya.

Pergelaran Parade Marandang di Nagari Lawang Kecamatan Matur


LAWANG-AGAM, Pemerintahan Nagari Lawang menggelar Festival Parade Marandang Khas Nagari Lawang yang dilaksanakan di halaman Kator Kerapatan Adat Nagari Lawang (KAN) Jorong Katapiang, Sabtu (25/05/2024)

Kegiatan ini merupakan rangkaian acara Festival Pesona Nagari Lawang, Pekan Olahraga Nagari Lawang Kecamatan Matur Kabupaten Agam Tahun 2024

Wali Nagari Lawang, Franki Putra yang kami temui mengatakan, "kegiatan parade marandang ini, adalah rentetan acara Festival Pesona Nagari Lawang dari Pekan Olahraga dan Seni Budaya Nagari Lawang tahun 2024.


"Dengan Randang Lawang ini semoga menjadi salah satu produk UMKM di Nagari Lawang yang diminati di berbagai daerah". tambah beliau.

PROSESI ADAT TAKUAK HARI BATAGAK PANGULU PASUKUAN CANIAGO NAGARI LAWANG BERJALAN LANCAR


goresantangan.com, Lawang-Matur - Prosesi adat Takuak Hari salah satu rentetan acara Batagak Pangulu Pasukuan Caniago Nan Sambilan Nagari Lawang berjalan hikmat dan lancar. yang dilaksanakan di Tanah Sirah Jorong Ketaping Nagari Lawang, selasa (21/12/2022).

Acara Takuak Hari tersebut dihadiri oleh engku Niniak Mamak Nan 30 dikato Nagari Lawang dari pasukuan Caniago, Pili, Tanjuang dan Sikumbang Nagari Lawang, beserta Tungkatan beliau, Imam Khatib, Cadiak Pandai serta engku Niniak Mamak beserta Tungkatan yang akan dilantik.

Selain dari gelar untuk Pangulu dan Tungkatan yang akan ditetapkan, juga harus dihadiri oleh pemangku gelar Datuak Adat, Imam dan Khatib yang baru.

Baca juga : Camat Matur Hadiri Serah Terima Jabatan Wali Nagari Lawang

Ketua panitia pelaksana Dt. Asa Bagindo menyampaikan, “Dalam acara Takuak Hari tersebut penetapan gelar untuk engku Niniak Mamak 6 orang, Tungkatan 5 orang serta untuk gelar Datuak Adat, Imam dan Khatib lebih kurang 20 orang, semuanya merupakan suku Caniago.

Gelar pangulu dan tungkatan pasukuan Caniago Nagari Lawang dari 11 orang yang akan tetapkan tersebut adalah dari Payuang Panji e. Dt. Nankodoh Nan Tuo, e. Dt. Nankodoh Rajo, e. Dt. Tan Marajo, e. Dt. Simarajo Nan Labiah, e. Dt. Sinaro dan e. Dt. Tinaro Nan Hitam.

Beliau juga menambahkan prosesi adat batagak pangulu, hari ini adalah Takuak Hari, dan tiga acara prosesi lagi yaitu pada hari sabtu untuk penyembelihan kerbau dan meletakkan Saluak ke pangulu yang baru dipilih, hari minggu peresmian dengan acara Baralek Tagak Pangulu dan hari seninnya adalah arak-arakan”, ungkap beliau.

Baca juga : Bupati Agam Lantik Wali Nagari


Silahkan di tonton juga video ini


Wawancara Khusus dengan R7-Rudi Doank



Wisata Puncak Lawang-Matur-Kabupaten Agam



Banyak yang tidak mengetahui bahwa Nagari Lawang juga memiki daerah untuk wisatawan. Nagari Lawang terletak di Kecamatan Matur Kabupaten Agam Sumatera Barat.  Kabupaten Agam ini terdiri dari 16 Kecamatan salah satunya yaitu Kecamatan Matur. disinilah letak Wilayah Nagari Lawang yang dikepalai oleh seorang Wali Nagari. berdasarkan peta geografis Nagari Lawang dengan luas lebih kurang 1.669 hektar yang dihuni oleh sekitar 3.837 jiwa penduduk atau lebih kurang 1.037 kepala keluarga. untuk menempuh Lawang lebih kurang 25 Kilo meter dari Kota Bukittinggi. Dengan perbatasan wilayahnya adalah :


- Sebelah Barat Berbatasan dengan Nagari Matur Hilir
- Sebelah Timur dengan Maninjau (Kecamatan Tanjung Raya)
- Sebalah Utara dengan Nagari Matur Mudik dan
- Sebelah Selatan berbatasan dengan Nagari Tigo Balai

Di Nagari Lawang tersebut terdiri 6 Jorong :
1. Jorong Ketaping
2. Jorong Batu Basa
3. Jorong Lawang Tuo
4. Jorong Gajah Mati
5. Jorong Buayan
6. Jorong Pabatuangan

Puncak Lawang dengan ketinggian 1.210 m dari permukaan laut kita dapat menikmati keindahan kawasan Danau Maninjau dan Samudra Indonesia. Tidak heran, tempat ini sejak zaman penjajahan Belanda sudah menjadi pilihan peristirahatan kaum bangsawan Belanda. dari Puncak Lawang kita dapat nikmati pandangan yang memukau, birunya langit yang berpadu dengan birunya laut. Bahkan karena kekagumannya, Presiden RI pertama Soekarno pun juga pernah membuat puisi mengenai keindahan panorama Danau Maninjau itu.
Pemandangannya yang sangat dahsyat, udara yang sejuk serta seakan-akan Anda bisa menyentuh langsung awan. dibawahnya terhampar luas kawasan Danau Maninjau.

Danau Maninjau adalah sebuah danau vulkanik yang terletak di Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatra Barat, Indonesia. Danau dengan luas sekitar 99,5 km2 dengan kedalaman mencapai 495 meter ini merupakan danau terluas kesebelas di Indonesia, dan terluas kedua di Sumatra Barat. Menurut cerita, Danau Maninjau pada awalnya merupakan gunung berapi yang di puncaknya terdapat sebuah kawah yang luas. Oleh karena ulah manusia, gunung berapi itu meletus dan membentuk sebuah danau yang luas.

Wisatawan yang datang ke Puncak lawang bukan hanya wisatawan domestik, bahkan orang asingpun ikut berwisata di sana. Di kawasan Puncak Lawang lokasinyapun ada beberapa titik atau tempat wisata seperti puncak lawang, relay dan Lawang Park.

Keindahan Puncak lawang ini adalah pemandangan menikmati keindahan Danau Maninjau. Jika kita ingin turun menuju Danau Maninjau bisa melewati jalan utama dari Embun Pagi dan jalan kecil langsung dari puncak lawang melewati lembah dan rimba. Kalau ingin melewati Jalan Utama Kita dapat menggunakan kendaraan pribadi atau bus umum. Perjalanan ke sana akan mengharuskan kita melewati kawasan Kelok Ampek Puluah Ampek (dalam bahasa indonesia 44 tikungan). karena memang menjelang kita sampai diDanau Maninjau, kita akan melalui tikungan tajam sebanyak 44 kali. Pada tiap tikungan yang tajam itu, selalu diberi tanda penomoran sudah berapa tikungan yang kita lewati, dan semua tikungan itu berjumlah 44 buah. Menjelang sampai di bawah, kita akan menjumpai aneka macam souvenir seperti topi dari anyaman pandan, tas kampia, koleksi kalung, gelang dari tulang serta tanaman menjalar buah labu yang berkhasiat obat sekaligus dapat dijadikan penganan. 

Begitu sampai di bawah, maka anda akan disambut sebuah simpang tiga. Bila belok ke kiri, maka anda bisa pergi berkunjung ke rumah kelahiran Buya Hamka di Sungai Batang, tepatnya di Kampung Muaro Pauh. Di sebuah rumah sederhana 1908 atau 1325 Hijriah disitulah Hamka dilahirkan. Sekarang bangunan bersejarah itu telah ditempatkan sebagai museum rumah kelahiran Buya Hamka. Hanya kisah dan dokumentasi tentang Buya Hamka yang relatif lebih banyak tersedia di Maninjau. Selain dikenal luas oleh masyarakat sebagai tokoh ulama pembaru Islam, catatan sejarah Hamka juga masih tersimpan rapi di rumah bergonjong yang dibangun sebagai Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka. Di rumah itulah tersimpan aneka foto, memorabilia, serta buku-buku buah karya Hamka, termasuk novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk. Hanif Rasyid, anak guru Hamka, yakni Buya Mansyur, sekaligus pengelola museum, juga mengetahui persis kehidupan Hamka berikut pemikiran tokoh ini. Bila belok ke kanan, anda bisa menuju Lubuk Basung, ibukota kabupaten Agam. Perjalanan menuju Puncak Lawang salah satu perjalanan wisata yang mesti kita lakukan, karena tidak hanya satu sensasi objek wisata, tetapi sensasi lainnya juga akan tercipta. Pastikan Anda ikut melakukan perjalanan ini: 


KEUNIKAN

Keunikan di Nagari Lawang ini adalah DUA NAGARI DALAM SATU KANTOR. Bila menyebut nama Nagari Lawang, sejatinya, tidaklah lengkap kalau tak membawa serta nama Nagari Tigo Balai. Ya, keduanya adalah ‘nagari kembar’ (tetangga Nagari Lawang) yang hampir bisa dipastikan tidak ditemukan di daerah lain. Antara Lawang dan Tigo Balai sulit untuk dipisah.

Cobalah perhatikan kantor walinagarinya. Kedua nagari berkantor di satu gedung yang sama. Koridor yang ada di kantor itulah, menjadi perbatasan resmi kedua nagari. Bila masuk ke kantor Walinagari Tigo Balai, itu artinya Anda juga telah memasuki kantor Walingari Lawang.
Demikian pulalah halnya dengan Balai (pasar) sebagai salah satu pertanda keberadaan sebuah nagari di Minangkabau. Kedua nagari hanya punya satu pasar yang terletak persis di depan kantor walinagari.
“Pengelolaan pasar ini dilakukan secara bersama antara kedua nagari. Sekali empat tahun dipergilirkan kepengurusannya. Kalau ketua dari Lawang, maka sekretaris dari Tigo Balai. Begitu pula sebaliknya. Sulit juga dipastikan, entah sejak kapan kehamonisan ini dimulai.

Kalau di kantor kedua walinagari yang satu atap itu dilayani beragam urusan kemasyarakatan, maka di balai itu diperjualbelikan beragam produksi pertanian masyarakat yang ada di kedua nagari. Tidak jarang pula, pedagang pengumpul dari Bukittinggi datang ke pasar yang diramaikan setiap Jumat dan Senin itu untuk membeli Saka Lawang, tebu, kulit manis dan hasil pertanian lainnya untuk kemudian dijual kembali ke Bukittinggi, Padang, Pekanbaru dan Jambi.

Sebenarnya dahulu, entah tahun berapa, Lawang dan Tigo Balai pernah berada dalam satu nagari yang diberi nama Nagari Lawang Tigo Balai. Pada masa itulah kantor walinagari yang kini dipergunakan itu dibangun. Bersamaan dengan pembangunan kantor walinagari, dibangun pula pasar serikat yang oleh Lawang dinamakan dengan Pasa Lawang, sementara warga Tigo Balai menyebutnya sebagai pakan sinayan. Kini, nama itu dilebur menjadi Pasar Lawang Tigo Balai. (Anton)

Silahkan ditonton juga video cinematik Puncak Lawang


Jenis Dan Ragam Motif Ukiran Minangkabau


Falsafah atau pandangan hidup masyarakat adat Minagkabau adalah "adat basandi syarak syarak basandi kitabullah" (ABS-SBK) "syarak mangato, adat mamakai, alam takambang jadi guru"
Dalam hal ini akal dan budi, keluasan perasaan budi sangat berperan, "manusia tahan kieh, binatang tahan lacuik, kilek baliung alah ka kaki, kilek kaco alah kamuko, tagisia lah labiah bak kanai, tasinggung labiah bak jadi". Pepatah tersebut menuntut kearifan dan kebijaksanaan manusia dalam berkata bertindak dan bekerja. Sehingga disebut pula dalam adat "nan bagarih babalabeh"sebagai hasil kearif bijaksanaan.
Seni ukir Minangkabau tidak bisa dilepaskan dengan masyarakat Minangkabau itu sendiri. Karena seni ukir tradisional Minangkabau merupakan gambaran kehidupan masyarakat yang dipahatkan pada dinding rumah gadang, merupakan wahana komunikasi dengan memuat berbagai tatanan sosial dan pedoman hidup bagi masyarakatnya. Marzuki Malin Kuning (1897 – 1987) ahli ukir dari Ampat Angkat Candung menjelaskan “Seni ukir yang terdapat pada rumah gadang merupakan ilustrasi dari masyarakatnya dan ajaran adat yang divisualisasikan dalam bentuk ukiran, sama halnya dengan relief yang terdapat pada candi Borobudur”.



Tetapi kenyataan yang ada, bahwa seni ukir tradisional pada rumah gadang telah kehilangan jati diri dan peranannya di masa sekarang. Masyarakat Minangkabau tidak banyak lagi yang mengetahui tentang nilai estetikanya, apa lagi makna filosofi yang terkandung di dalamnya. Hal ini disebabkan karena kurangnya kepahaman pada nilai-nilai estetika dan makna-makna adat yang terkandung dalam seni ukir tersebut. Untuk itu perlu dikaji ulang dan digali kembali, agar jangan kehilangan nilai dan makna seni ukir tradisional itu di tengah-tengah masyarakat pendukungnya.

Ragam Ukiran Minangkabau tersebut adalah :

1. Kaluak paku kacang balimbiang

Kaluak paku kacang balimbiang
Tampuruang lenggang lenggokan
Bawo manurun ka Saruaso
Tanam siriah jo gagangnyo
Anak dipangku kamanakan di bimbiang
Urang kampuang dipatenggangkan
Tenggang nagari jan binaso
Tenggang sarato jo adatnyo

Ukia nak rang Saruaso
Dibuek anak Balai Salasa
Sonsong runuik Sungai Pagu
Baitu curiang barih rang dahulu
Anak bapangku kamanakan babimbiang
Samo dibawo kaduonyo
Arif manganduang bijak bicaro
Kini basuo dalam ukia
Latak di rasuak paran dalam
Disalasa balai-balai
Baitu tutua rang dahulu

2. Lumuik hanyuik

3. Bungo Panca  matohari  jo rantak malam

4. Singo Mandongkak jo Takuak Kacang goreng

4. Carano Kanso

5. Siriah Gadang

6. Bada Mudiak Itiak Pulang patang

7. Tatandu Manyasok Bungo jo Buah Nibuang

8. Buah palo patah

9. Taji Siarek

10. Paruah Anggang

11. Salangko

12. Aka Tangah Duo gagang

13. Kuciang lalok jo saik galamai

14. Pesong aia ba buih

15. Sikumbang Manih1

Sikumbang Manih2

Sikumbang Manih3

Sikumbang Manih4

Sikumbang Manih5

16. Lapiah batang jarami

17. Aka duo gagang

18. Ruso Balari dalam ransang

19. Bungo duo tangkai jo buah pinang-pinang

20. Bungo taratai dalam aia

21. Daun Bodi

22. Daun puluik-puluik

23. Gajah badorong

24. Rajo Nan tigo Selo

25. Tupai Managun 1

Tupai Managun 2

26. Ayam mancotok dalam talam

27. Saluak laka

28. Pisang sasikek

29. Kudo manyipak dalam kandang

30. Salimpat 1

Salimpat 2

31. Tangguak lamah

32. Harimau dalam parangkok

33. Jarek Takambang

34. Jalo Taserak

35. Jambua Cawek rang pitala

36. Ramo-ramo inggok di ujuang kayu

37. Labah Mangirok

38. Kijang lari untuak  manyuruak

39. Siku-siku jo Bungo Lado 1

Siku-siku jo Bungo Lado 2

40. Tirai Rang Ampek Angkek

41. Siku Kalalawa Bagayuik

42. Aka barayun

43. Aka cino sagagang